Kronologi Penjual Es Gabus Viral yang Dituduh Oknum TNI Gunakan Bahan Dasar Spons!
--
HGDNEWS - Baru-baru ini media sosial disuguhkan berita yang pilu. Sosok penjual Es Gabus jadul dituduk menjual dagangan yang berbahan dasar spons. Padahal, tekstur dari es gabus memang bisa diperas layaknya spons.
Sudrajat, seorang penjual es gabus jadul di kota Depok, Jawa Barat, dipecat oleh bosnya setelah mengalami aniaya dan perampasan dari petugas polisi dan TNI yang dituduh menjual es gabus dengan bahan spons, yang mengakiabatkan dagangannya rusak.
Baca juga: Isi Video Saylviee Asli Tanpa Sensor 7 Menit Full, Bikin Gagal Fokus! Tampilkan Adegan Menawan
Baca juga: Update! Baca Manga Shangri-La Frontier Chapter 254 Bahasa Indonesia, Ketegangan Kembali Memanas
"Sekarang saya dipecat, diberhentiin sama bos. Itu gara-gara es saya rusak semua. 150 buah es hancur karena dibejek-bejek apparat itu," kata Sudrajat kepada iNews dalam sebuah wawancara di rumahnya di Depok pada Selasa (27 Januari 2026).
Penjual es gabus, Sudrajat, menjelaskan bahwa kejadian yang tidak menyenangkan itu terjadi pada Sabtu pagi (24 Januari 2026). Saat berjualan, ia didekati oleh sekitar lima orang yang mempertanyakan asal dan bahan-bahan es gabus yang dijualnya.
Dalam rekaman video, salah satu petugas polisi terlihat memegang kerucut es gabus lalu membakarnya untuk membuktikan klaim bahwa es gabus tersebut mengandung bahan sintetis berbahaya.
Informasi yang kami lansir dari jabar.inews.id, Ironisnya, meskipun es gabus tersebut tampak meleleh seperti es biasa, para petugas tersebut tetap melanjutkan tindakan represif mereka.
"Mereka tanya ini bahannya apa, saya bilang ini es asli pasokan pabrik di Depok. Saya sudah jualan es ini selama 30 tahun. Tapi mereka malah meremas dan membejek dagangan saya sampai hancur." kata Sudrajat sedih pada Selasa (27 Januari 2026).
Baca juga: Link Baca Manhwa Red Shirt Chapter 42 Bahasa Indonesia, Aksi Master yang Mengerikan!
Penghancuran barang dagangan tidak berhenti di situ. Sudrajat mengaku mengalami kekerasan fisik, termasuk pemukulan dan tendangan. Sekitar 150 es gabus yang dibawanya hancur total dan tidak dapat dijual kembali.