Dihujat Satu Negara Setelah Pengakuan 'Cukup Saya WNI', Dwi Sasetningtyas Beri Klarifikasi Permintaan Maaf!
--
HGDNEWS - Dwi Sasetyaningtyas mengalami gangguan saraf setelah dikritik secara nasional! Influencer tersebut, mantan penerima beasiswa dari Dana Abadi Pendidikan Indonesia (LPDP), telah meminta maaf.
Pernyataan kontroversialnya memicu kemarahan publik yang meluas. Pengusaha wanita itu mengakui kesalahannya, yang ditafsirkan sebagai merendahkan identitas nasional Indonesia.
Baca juga: Spoiler Manhwa Star-Embracing Swordmaster Chapter 112 Bahasa Indonesia, Dukungan para ELF pada Vladd
Melalui platform Threads, Tyas merilis pernyataan yang mengklarifikasi dampak negatif tersebut. Ia secara resmi meminta maaf kepada semua orang yang merasa tersinggung atau sakit hati oleh pernyataannya.
"Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya yang memuat kalimat ‘cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan’, dengan ini saya menyampalkan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut" tulisnya.
Tyas mengakui bahwa pernyataan itu dibuat dalam momen yang sangat rapuh secara emosional. Tyas mengakui bahwa pernyataan itu dibuat dalam momen yang sangat emosional.
"Saya menyadari bahwa kekecewaan tersebut tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang berpotensi melukai perasaan banyak orang. Terlebih berkaitan dengan identitas kebangsaan yang kita junjung bersama" lanjutnya.
Ia berjanji akan lebih berhati-hati dalam komunikasi publiknya di masa mendatang.
Kronologi Konten Terkait Paspor Inggris
Informasi yang kami lansir dari harian.fajar.co.id, Kontroversi dimulai ketika Tyas mengunggah video keberhasilan putra keduanya dalam memperoleh kewarganegaraan Inggris.
Baca juga: Spoiler Manhua Accidental Love (Only for Love) Chapter 75 Bahasa Indonesia, Kerinduan pada Kekasih
Dalam video tersebut, ia dengan emosional memperlihatkan dokumen resmi dari Kementerian Dalam Negeri Inggris. Namun, pernyataan selanjutnya dalam video tersebut justru memberikan efek sebaliknya.